Showing posts with label Kab TTS. Show all posts
Showing posts with label Kab TTS. Show all posts

Thursday, November 22, 2018

Wajah Baru Pantai Oetune TTS Nusa Tenggara Timur (New Face of Oetune Beach TTS East Of Nusa Tenggara)

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terletak di Pulau Timor Indonesia memiliki wilayah yang sebagian besar adalah pegunungan namun juga memiliki pantai yang unik. Keadaan geografi dan topografi memberikan warna dan suasana tersendiri jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. TTS nemiliki banyak potensi termasuk potensi pariwisata. Salah satu tempat wisata yang terdapat di Kabupaten TTS adalah Pantai Oetune. Dari Kota Kupang dibutuhkan waktu kurang lebih 2,5 jam perjalanan melewati jalan yang sudah dibangun dengan baik. Berikut adalah wajah baru pantai oetune di TTS ;


The district of Timor Tengah Selatan (TTS) located on Timor Island Indonesia has an area where mostly mountainous but also has a unique beach. The state of geography and topography gives its own color and atmosphere when compared to other regions in Indonesia. TTS has many potentials including tourism potential. One of the tourist attractions in TTS is Oetune Beach. From Kupang city it takes about 2.5 hours to travel through well-built roads. Here is the new face of Oetune beach in TTS ;


pantai Oetune (photographed on nov 2017 6 pantai Oetune (photographed on nov 2017 8 pantai Oetune (photographed on nov 2017 7 pantai Oetune (photographed on nov 2017 5 pantai Oetune (photographed on nov 2017 4 pantai Oetune (photographed on nov 2017 10


Selain akses jalan yang semakin baik, fasilitas penunjang sudah dibangun dan disediakan untuk keperluan wisata seperti pembangunan pendopo dan jalan-jalan setapak sepanjang pantai. Tulisan Pantai Oetune persis dipinggir pantai menjadikan wajah baru yang semakin cantik.


In addition to improved road access, supporting facilities have been built and provided for the purposes of tourism such as construction of pendopo (rest place) and walkways along the beach. Oetune Beach writing developed just beside the beach made a new face and more beautiful.


pantai Oetune (photographed on nov 2017 3 pantai Oetune (photographed on nov 20170 1 pantai Oetune (photographed on nov 2017 2


Anda yang sudah pernah mengunjungi pantai ini hendaknya sempatkan waktu untuk mengulang lagi kunjungan anda ke lokasi wisata ini, namun jangan lupa untuk membawa perbekalan yang cukup. Sebab, di objek wisata ini belum terdapat restoran layaknya pantai-pantai terkenal lainnya. Anak-anak yang tinggal tidak jauh dari lokasi wisata ini menjual Kelapa dan juga jagung rebus. Sebuah usaha yang sangat baik kedepannya agar dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.


For those who have already visited this beach should take time to repeat your visit to, but do not forget to bring enough supplies. Because, in this tourist attraction there are no restaurants like other famous beaches yet. Children who live not far from this tourist site sell coconut and boiled corn. A very good ways for the future to open jobs opportunity for local residents.


pantai Oetune (photographed on nov 2017 9


Melihat gurun pasir di tepi pantai dan meski tidak terlalu luas, tentunya asyik juga untuk bermain pasir bersama teman atau keluarga. Pokoknya seperti berada di gurun Sahara dan tentunya tempat yang romantis untuk photo prewed selain tempat berlibur untuk melepas lelah.


Seeing the desert on the beach and though not wide enough, of course fun to play sand with friends or family. Just like being in the Sahara desert and certainly a romantic place for prewed photo session other than a vacation spot to unwind.



Article by Ketut rudi
photos by Elgyzel glen ndjukambani Bastel photography 2017

Tuesday, November 20, 2018

Berpakaian Adat Saat Pawai Hari Kemerdekaan NTT Indonesia (Wearing Traditional Dress during Independence Day Parade - NTT Indonesia)

Ribuan warga di setiap kota di Nusa Tenggara Timur tampak antusias menyaksikan pawai pembangunan yang diselenggarakan pada setiap Hari Perayaan Kemerdekaan RI. Bahkan, beberapa jam sebelum pawai dimulai, warga sudah tampak memadati sejumlah ruas jalan yang akan dilalui barisan pawai.

Thousands of residents in every cities in East of Nusa Tenggara were enthusiastic attending to see the development parade held on every Indonesia's Independence Day. In fact, a few hours before the parade began, residents seemed had already in crowd along roads that would be passed by the parade.


pawai pembangunan di soe 2


Suasana semakin meriah ketika peserta pawai menampilkan atraksi di depan panggung kehormatan. Dan menjadi sebuah keunikan saat peserta pawai menampilkan atraksi kesenian dan seluruh pesertanya mengenakan busana adat, seperti di Kota Soe, warga Soe yang berasal dari Sumba ikut memeriahkan acara dengan mengenakan busana adat Sumba dan menyerukan “dari Sumba Cinta Kota Soe”.


The atmosphere was more splendor when the parade participants were displaying attractions in front of the honor stage. And it became unique when the parade participants performed art attractions and all participants wore customary attire, such as in Soe City, Soe residents origin from Sumba enlivened the event by wearing traditional Sumbanese traditional clothes and using a theme "A Love from Sumba For Soe".


pawai pembangunan di soe 5 pawai pembangunan di soe 3 pawai pembangunan di soe 4


Di Kota Kupang tampak acara diramaikan oleh para komunitas biker termasuk “grab” serta atraksi lainnya. Acara – acara ini menunjukan bahwa masyarakat semakin mengerti dan antusias menjaga persatuan ditengah keragaman yang ada serta kembali menjaga budaya yang diwariskan oleh para leluhur.


In Kupang city, the program was enlivened by the biker community including "grab" and also other attractions. The event shows that the community is increasingly understanding and enthusiastic about maintaining unity amid the diversity that exists and as well as maintaining the culture inherited by the ancestors.


pawai pembangunan di kupang 1 pawai pembangunan di kupang 2 pawai pembangunan di soe 4


Dirgahayu RI ke 73. Semoga Indonesia semakin jaya dengan mengedepankan nilai persatuan dan warga semakin mencintai budaya yang beraneka ragam. Tentunya diawali dengan mencintai pakaian tradisional.


Longevity 73rd Republic of Indonesia. Hopefully Indonesia will be more victorious by prioritizing the value of unity and citizens will increasingly love diverse cultures. Of course it begins with loving traditional clothes.





Article by Ketut Rudi
Photos by Elgyzel Glen Ndjukambani

Komunitas Seni Budaya Lakoat Kujawas Di TTS (Lakoat Kujawas Cultural Arts Community in TTS)

Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya disela tugas negara yang saya emban namun bisa menyempatkan waktu sejenak mengunjungi “Lakoat.Kujawas”; Yup, Lakoat.Kujawas! Sebuah komunitas kewirausahaan sosial anak muda yang bergerak di bidang seni budaya. Digagas oleh bro Dicky Senda, komunitas yg berlokasi di Desa Taiftob, Mollo Utara-TTS ini telah banyak menghasilkan karya nyata bagi pembentukan karakter anak dan orang muda Desa Taiftob dan sekitarnya serta pengembangan kewirahusahaan sosial di bidang seni budaya. Selain itu, komunitas ini telah melaksanakan kegiatan ekowisata dan homestay yang menjual produk lokal di Mollo kabupaten Timor Tengah Selatan seperti: kain tenun, kopi, madu, sambal lu’at dan lainnya. Lakoat.Kujawas ini memiliki peluang usaha kerjasama, perpustakaan warga, dan ruang arsip, serta menjalankan program kerja kolaborasi dan kewirausahaan sosial dengan petani dan penenun perempuan dari desa-desa Tanah Mollo. Inilah wujud nyata kreatifitas orang muda yg mampu menebarkan kreatifitas dan memupuk mimpi menjadi nyata. Sederhana tapi membahana!! Salut untuk pergerakan ini. 👏 Tetaplah berakar, membumi dan teruslah bertumbuh...jadilah pembeda. 

TUHAN Sang Pemberi Ilham menyertai setiap langkah pelayanan.


After being delayed several times, I finally during my assignment of my country duty then  I was able to take a moment to visit "Lakoat. Kujawas"; Yup, Lakoat. Kujawas! A young social entrepreneurship community engaged in the arts and culture. Initiated by Bro Dicky Senda, this community located in Taiftob Village, North Mollo-TTS has produced a lot of kind of art works in order to form positive character of children and young people in Taiftob Village and its surroundings and also an effort on developing local entrepreneurship in the arts and culture among community. In addition, this community has carried out ecotourism and home stay activities that sell local products in Mollo, East Central South of Timor district such as: woven cloth, coffee, honey, sambal lu'at (Lu'at sauces) and others. Lakoat. Kujawas has collaborative business opportunities, citizen libraries and archive rooms, and runs collaborative and social entrepreneurship work programs with women, farmers and weavers from Mollo villages. This is a tangible manifestation of  creativity by young people who are able to spread creativity and foster dreams into reality. Simple but blaring !! Salute for this movement. 👏 Stay motivated, keep the spirit and continue to grow ... be difference.


The Lord is The Inspiration maker for sure accompanies every step of service.




 
 
Lu'at sauces


Madu Pulau Timor (Timor Island's Honey)


Salam Kasih (Bless you all)


Article And Photos By Elgyzel Glen Ndjukambani
Translated by Ketut Rudi
 

Friday, November 16, 2018

Cewek Indonesia Jaman Now " Didapur dan Dilumpur" (Indonesian Girls Now "In the Kitchen and the Muddy Land"

"Offroaders Cewek Kota SoE" ("Girls Offroader Of SoE City") (Sebuah catatan ringan dari Kamera Usang) (A light note from Outdated Camera)

OFFROAD! Yuups, Olahraga ini terbilang ekstrim. Kamu harus melewati medan-medan yang beda dari biasanya. Kalau umumnya kamu menyetir mobil di jalanan aspal yang rata. Di offroad ini kamu harus mengemudikan mobil di jalanan yang ekstrem, seperti di jalanan yang berbatu, sungai, pasir, lumpur dan lainnya. Ada yang unik di Kota Soe. Jaman Now wanita tidak hanya dijuluki rajanya dapur tapi ikut menikmati olahraga ini. 

OFFROAD! Yuups, a fairly extreme sports. You have to go through different roads than usual. Generally you drive a car on a flat well developed roads, while in this off-road event you have to drive cars on extreme streets, such as on rocky roads, rivers, sand, mud and more. There is something unique in Soe City. Now women not only dubbed the king of the kitchen but they come to enjoy this sport.

wanita penggemar offroad 6

Kaum wanita umumnya bersolek dan takut terkena lumpur. Karena jalanan-jalanannya yang ekstrim inilah maka para wanita juga menggunakan mobil Four Wheel Drive (4 WD). Mobil 4 WD ini merupakan istilah yang digunakan untuk mobil yang memiliki tenaga penggerak pada keempat rodanya. Para wanita mulai menggeluti dan menggemari dunia otomotif ini. Para wanita yang super di Soe TTS Nusa Tenggara Timur Indonesia.

Women generally preen and fear of the mud. In these extreme streets then the women also use the Four Wheel Drive (4 WD) car. This 4 WD car is a term for cars that have propulsion on all wheels. Women began to cultivate and love this automotive world. The super women in Soe TTS East of Nusa Tenggara Indonesia.

wanita penggemar offroad 4 wanita penggemar offroad 5

Beberapa minggu lalu teman saya Elgyzel Glen Ndjukambani mendapat kesempatan untuk mengabadikan moment para Offroaders Kota SoE saat mereka beraksi di Nenunaheun (15 menit arah utara dri kota SoE). Yang menarik adalah diantara para offroaders yang sudah terbilang tidak muda, terdapat 2 orang offroader cewek yang umurnya masih terbilang muda! Yah, DHEA dan JELITA.

A few weeks ago my friend Elgyzel Glen Ndjukambani got a chance to capture the moment of SoE City Offroaders as they acted in Nenunaheun (15 minutes north of SoE city). What interesting is among the offroaders who are fairly senior on it, there are 2 participants "girls offroader who are still fairly young! Well, DHEA and JELITA.

wanita penggemar offroad 3 wanita penggemar offroad 2 wanita penggemar offroad 7

Ketika anak perempuan seusia mereka (seumuran anak SMA/SMK) yang lain akrab dengan gadget, fashion ala Korea, drama Korea, si Dilan 1990 dan seolah-olah alergi dengan yang namanya kotor & lumpur, malah kedua cewek ini berani keluar dari zona nyamannya dan mencoba olahraga ekstrim ini!. Mengikuti jejak ayah mereka yang merupakan Offroaders berpengalaman di Kota SoE, kedua cewek ini tanpa gentar mencoba menjajal ketangguhan medan offroad. Semoga bakat ini bisa terus dikembangkan dan menjadi prestasi yang membanggakan bagi keluarga dan TTS. Salut!!

Girls of their age ( high school / vocational high school students) are more interesting in their gadgets, Korean fashion, Korean dramas, Dilan of 1990 and of course allergies to dirty and mud, but both of these girls dare to get out of their comfort zone and try this extreme sport. Following the footsteps of their father who is an experienced Offroaders in SoE City, these two girls are undaunted to try out the toughness of offroad terrain. Hopefully this talent continued to be developed and become a proud achievement for family and TTS. Salute !!

wanita penggemar offroad 1  
Dhea Lobo bersama Sang Mentor (Ayahnya) Vicky Lobo. (Dhea Lobo with the Mentor (her father) Vicky Lobo.)

Article  by Ketut Rudi Utama Photos Taken From Elgyzel Glen Ndjukambani's Facebook Account Location : SOE TTS East Of Nusa Tenggara Indonesia

Di Tengah-Tengah Pulau Timor (In The Middle Of Timor Island)

Pulau Timor di Nusa Tenggara Timur adalah sebuah pulau namun sekarang telah terbagi menjadi dua wilayah negara yakni antara negara merdeka Timor Leste dan Timor Indonesia yang termasuk dalam wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Luas Pulau Timor sekitar 30,777 km² (Sumber Wikipedia). Pulau ini berasal dari kata “timur” secara arafiah berarti timur yang mana pulau ini memang benar terletak di ujung timur rantai kepulauan Sunda Kecil. Edisi jalan-jalan kali ini, saya hendak mengajak semua pembaca menyusuri sebuah jalan dengan rute dari Fatuleu menuju Amfoang. Sudah terbangun jalan yang cukup baik namun ada beberapa ruas jalan mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh tanah longsor.

Timor Island in East of Nusa Tenggara is an island but now divided into two regions of country that is between the independent state of East Timor and Timor Indonesia which included in the territory of East of Nusa Tenggara Province in Indonesia. The total area of Timor Island is about 30,777 km² (Source Wikipedia). The island derived from the word "Timor" which literally means east where the island indeed at the eastern end of the chain of Lesser Sunda islands. This edition of traveling, I would like to invite all readers to see along the road through a route from Fatuleu to Amfoang. It built a good road but there are some roads suffered on damage caused by landslides.

Buntele kofi Buntele to Kofi Road to Rocky Mountain of Fatuleu

Amfoang Timur adalah daerah yang berbatasan langsung dengan Oekusi enclave negara Timor Leste. Jalur jalan lain seperti Takari Lelogama penuh sengsara dan derita, sulit bukan main dan oleh karena beratnya medan jalan yang berliku dan menantang itu maka sekarang jalan poros tengah telah terbangun. Warga lokal Pulau Timor pada saat weekend dengan mudah dapat mencapai gunung Fatuleu dan berwisata disana.

East Amfoang is an area bordering to Timor-Leste's Oekusi enclave. Other route such from Takari to Lelogama are miserable and miserable, difficult to pass through and due to difficulty of that winding and challenging terrain then now the middle axis road has been developed. Local residents of Timor Island during the weekend can easily reach Mount Fatuleu and travel there.

Gunung Fatuleu Rocky Mountain of Fatuleu observed from Panini Protected Foresthutan panini 1 Panini Protected Foresthutan panini 3 Many people are using this place for taking a rest during weekendFatuleu 1 Observing Clouds FormationPassi 2 Road to Passimengambil air minum Water is still main problem for local community along the roadmenunggu angkutan umum Waiting for Public TransportationJembatan Nuknasi On Going Bridge Development, Road to NuknasiRoad To Amfoang Through Nuknasi Beautiful Scenery Above Sea Level in The Middle Of Timor Islandsunset at Nuknasi Beautiful SunsetGunung Nuknasi Nuknasi Rocky MountainPassi The Beauty of The Island Shown along the road to Amfoang

Masa pemerintahan Bupati Ayub Titu Eki telah membuka jalan poros tengah dari fatuleu Tengah-Amfoang Timur sehingga memberikan dampak positif terutama dalam hal mengatasi isolasi daerah-daerah yang ada serta melancarkan transportasi barang dan jasa serta memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat diwilayah ini. Namun masalah air dan listrik masih menjadi persoalan bagi masyarakat sepanjang jalan megah hotmix menuju Negara Tetangga Timor Leste.

The reign of Regent Ayub Titu Eki has opened the middle axis road from Central Fatuleu to East Amfoang so it gave positive impact, especially in terms of overcoming isolation of existing areas and easily on delivering goods and services and spur the economic growth of the people in this region. But the issues on lack water and electricity is still becoming a problem for people along the magnificent road to neighboring Timor Leste.




Article and Photos by Ketut Rudi

Thursday, November 15, 2018

Keindahan desa Banain dan Eban (Beautiful Land of Banain And Eban)

 Kita telah menyelesaikan sebuah proyek di desa Banain dan Noepesu, dan saya mau berbagi keindahan alam yang saya temui melalui kumpulan photo saya. yuk cek

We have accomplished the project in Banain and Noepesu village, And I would like to share the beauty of the land trough my picture. Check this out.